MAAF TEMAN


I.         
Aku ingat lagi,
Di pondok usang,
Saat pertama kali,
Satu  pandangan,
Satu senyuman,
Turun ke hati..

Ketika itu,
Aku takut sebenarnya,
Kerna dia temanku,
Kerna dia sahabatku,
Tempat bergurau senda dan kata...

Detik demi detik,
Hari demi hari,
Aku hanyut dan hanyut,
Bak sipungguk yang rindukan bulan...

Tapi...
Waktu & saat ini,
Aku semakin berubah,
Warna sayang itu semakin pudar,
Api rindu itu semakin terpadam,
Kalau dulu,
Rasanya manis,
Tapi sekarang,
Pahit dan tawar sahaja…


II.         
Sebenarnya,
Ingin Sekali Aku Bertanya?,
Dia... Hmmm,
Tapi Aku Takut,
Kerna Aku Tahu Akan
Jawapannya,

Hari Itu,
Dia Mengirim Sebuah Warkah,
Selamat Hari Jadi Katanya,
DiUngkit Segala Kisah Lalu,
Yang Menyentuh Dan Menikam Kalbu,
Sakit,,,

Ingin sekali,
Aku membalas dan memberitahu,
Aku tidak pernah membenci,
ataupun
Menyimpan rasa dendam,

Tapi hati ini?,,,
Bukan kerna apa,
Kerna
Ia sudah tawar,
Akan sikapm,
Maaf Teman…


~~Miel91~~
;